1.Setting DHCP Server terlebih dahulu,ini untuk memastikan anda telah terhubung dengan client.
2.Setting Samba Server,ini untuk mensharing data.
3.Setting DNS Server,ini membuat domain name anda.
4.Setting FTP Server,ini agar data anda bisa di download oleh client.
5.Setting Web Server,ini untuk membuat tampilan web anda.
6.Setting Mail Server,ini untuk membuat situs mail agar para client dapat saling mengirim pesan.
7.Setting Proxy Server,ini agar anda dapat memblokir situs yang tidak anda inginkan.
Selengkapnya...
1. Install dhcp
# apt-get install dhcp3-server
2. edit seperti ini dan hilangkan tanda (#) di dhcp.conf :
# pico /etc/dhcp3/dhcp.conf
cari text ;
# A slightly different configuration for an internal subnet.
subnet 192.168.1.0 netmask 255.255.255.0 {
range 192.168.1.1 192.168.1.4;
range 192.168.1.6 192.168.1.154;
option domain-name-servers 192.168.123.13;
option domain-name “sayko.com”;
option routers 192.168.1.5;
option broadcast-address 192.168.1.255;
default-lease-time 600;
max-lease-time 7200;
}
3. Restart dhcp: # /etc/init.d/dhcp3-server restart
4. Dan setting client dg ip dhcp.
Selengkapnya...
1. Install samba :
# apt-get install samba smbfs smbclient
2. lalu edit dan hilangkan tanda (;) di smb.conf :
# pico /etc/samba/smb.conf
workgroup = WORKGROUP
security = share
guest account = nobody
#======================= Share Definitions =======================
[homes]
comment = Home Directories
browseable = no
[printers]
comment = All Printers
browseable = no
path = /var/spool/samba
printable = yes
public = no
writable = no
create mode = 0700
[data]
comment = data
path = /home/ftp/sharing
public = yes
browseable = yes
read only = yes
writeable = yes
guest ok = yes
[kelompok15]
comment = kelompok15
path = /home/kelompok15/sharing
public = yes
browseable = yes
read only = no
writeable = yes
guest ok = yes
lalu save
3. Kemudian restart samba : /etc/init.d/samba restart
4. cek samba di komputer client ….
Selengkapnya...
1. Install bind9
Dgn perintah : #apt-get install bind9
2. copy kn file db.127 menjadi db 192 dan file db.local menjadi db.febri
Dgn perintah :
#cp /etc/bind/db.127 /etc/bind/db.192
#cp /etc/bind/db.local /etc/bind/db.febri
3. edit file db.192 :
;
; BIND reverse data file for local loopback interface
;
$TTL 604800
@ IN SOA ibnudinar.com root.ibnudinar.com (
11 ; Serial
604800 ; Refresh
86400 ; Retry
2419200 ; Expire
604800 ) ; Negative Cache TTL
;
@ IN NS ibnudinar.com.
13.12.168 IN PTR ibnudinar.com.
www IN PTR ibnudinar.com.
Lalu save(f2)
4. edit juga file db.febri
;
; BIND data file for local loopback interface
;
$TTL 604800
@ IN SOA ibnudinar.com. root.ibnudinar.com. (
12 ; Serial
604800 ; Refresh
86400 ; Retry
2419200 ; Expire
604800 ) ; Negative Cache TTL
;
@ IN NS ibnudinar.com.
@ IN A 192.168.12.13
www IN A 192.168.12.13
5. Edit lagi named.conf (ganti tulisan localhost dan 127) :
zone “ibnudinar.com” {
type master;
file “/etc/bind/db.febri”;
};
zone “192.in-addr.arpa” {
type master;
file “/etc/bind/db.192″;
};
6. Jangan lupa setting interfacenya ;
iface lo inet loopback
iface eth0 inet static
address 192.168.123.13
netmask 255.255.255.0
7. Dan setting resolv.conf :
nameserver 192.168.123.13
8. Restart interface dan bind9
Dgn perintah :
# /etc/init.d/networking restart
# /etc/init.d/bind9 restart
9. Cek dgn perintah ;
#nslookup pephy.com (nama domain yg telah di setting)
#ping pephy.com .
Selengkapnya...
1. Install vsftpd
Dgn cara : #apt-get install vsftpd
2. Konfigurasi dan edit vsftpd.conf : (Hilangkan tanda # );
Listen = yes
anonymous_enable = yes
local_enable = yes
write_enable = yes
anon_upload = yes
anon_mkdir_write_enable = yes
dir message_enable = yes
xferlog_enable = yes
3. Kemudian restart : # /etc/init.d/vsftpd restart
4. Masukkan file atau data yang ingin di tampilkan di public dg cara .
# mc
# masukkfile anda di direktori /home/ftp
5. Ketik ip ftp anda di web browser …
Selengkapnya...
1. Install apache2,php5 :
# apt-get install apache2 php5 mysql-server phpmyadmin lynx links
2. Ketik a2enmod userdir : (agar web server yg di konfigurasi multi fungsi) .
3. Membuat virtual host:
# cp /etc/apache2/sites-enabled/000-default /etc/apache2/sites-enabled/webmail
4. Kemudian edit virtual host :
# mcedit /etc/apache2/sites-enaled/webmail
Ketik :
NameVirtualHost 192.168.123.13:80
ServerName www.debian.com
DocumentRoot /home/tkj/public_html
5. Membuat folder public_html pd dir /etc/skel agar setiap user yg dibuat mempunyai public_html .
# mkdir /etc/skel/public_html
6. Buat dir /home/tkj untuk menyimpan index.html dari web server .
# mkdir /home/tkj/public_html
7. Restart apache2 :
# /etc/int.d/apache2 restart
8. Apabila ingin mengistall wordpres, ekstrak dan letakkan foldernya di direktori /home/tkj/public_html
9. Buat database dulu dg phpmyadmin dg nama sesuka anda.
# contoh database wordpress saya: http://192.168.123.13/phpmyadmin
# dan saya buat nama webkuu
10. edit dan ganti file wp-sample-config.php ;
// ** MySQL settings – You can get this info from your web host ** //
/** The name of the database for WordPress */
define(’DB_NAME’, ‘webkuu’); /** sesuaikan database yg telah anda buat **/
/** MySQL database username */
define(’DB_USER’, ‘root’); /** sesuaikan user yg telah anda setting**/
/** MySQL database password */
define(’DB_PASSWORD’, ”); /** sesuaikan password dg user yg telah dibuat **/
/** MySQL hostname */
define(’DB_HOST’, ‘localhost’);
/** Database Charset to use in creating database tables. */
define(’DB_CHARSET’, ‘utf8′);
/** The Database Collate type. Don’t change this if in doubt. */
define(’DB_COLLATE’, ”);
11. Restart kembali dan Install wordpress anda…
Selengkapnya...
1. Install Postfix. Dgn perintah :
# apt-get install postfix
Kemudian edit&konfigurasi postfix seperti di bawah ini. Dgn perintah :
# pico /etc/postfix/main.cf
myhostname = mail.pephy.com -> isi sesuai mail.domain anda
mydomain = pephy.com -> isi sesuai domain anda
myorigin = /etc/mailname
alias_maps = hash:/etc/aliases
alias_database = hash:/etc/aliases
mydestination = localhost, localhost.localdomain, , localhost
relayhost =
mynetworks = 127.0.0.0/8, 192.168.123.0/24
# mailbox_command = procmail -a "$EXTENSION"
mailbox_size_limit = 0
recipient_delimiter = +
inet_interfaces = all
inet_protocol = all
home_mailbox = Maildir/
2. Instal apache2 , php5 dan courier. Dgn cara :
# apt-get install apache2 php5 courier-imap courier-pop
Lalu edit dan tambahkan text di bawah ini:
# pico /etc/apache2/apache2.conf
Include /etc/squirrelmail/apache.conf
ServerName 192.168.123.13
3. Instal squirrelmail juga dg perintah :
# apt-get install squirrelmail
4. Kemudian buat 2 user dan password masing2 :
# adduser user1
# adduser user2
5. Buat direktori mail di direktori /etc/skel. Dgn perintah :
# maildirmake Maildir
> Kemudian masuk ke user masing2 dan berikan hak akses seperti contoh di bawah.
localhost:/home/user1# chmod 777 Maildir/
localhost:/home/user2# chmod 777 Maildir/
6. Restart postfix dan apache2 :
#/etc/init.d/postfix restart
#/etc/init.d/apache2 restart
7. Cek di browser anda dan coba login di squirrelmail anda .
ketik : http://domainanda/squirrelmail
Selengkapnya...
1. Install squid
# apt-get install squid
2. Matikan squid dahulu :
# /etc/init.d/squid stop
3. Edit squid :
#pico /etc/squid/squid.conf
cari dan tambahkan : ( hilangkan tanda # )
http_port 3128 transparent -> port default proxy
cache_mem 16 mb
cache_dir ufs /var/spool/squid 500 16 256
cache_mgr admin@pephy.com
visible_hostname proxy.tkj.com -> nama visible hostname kamu
auth_param basic children 5
auth_param basic realm Squid proxy-caching web server
auth_param basic credentialsttl 2 hours
auth_param basic casesensitive off
4. Kemudian cari tulisan : acl CONNECT method CONNECT, dan tambahkan
acl situs url_regex -i “/etc/situsterlarang.txt” -> u/ blokir setiap situs
http_access deny situs
acl lan src 192.168.1.0/24
http_access allow lan
http_access allow all
lalu save .
5. Setting interface :
# pico /etc/network/interface
iface lo inet loopback
iface eth0 inet static
address 192.168.123.13
netmask 255.255.255.0
gateway 192.168.123.1
iface eth2 inet static
address 192.168.1.1
netmask 255.255.255.0
broadcast 192.168.1.255
network 192.168.1.0
auto eth0 eth2
auto lo
6. Lalu buat file untuk mengeblok situsnya :
# mcedit /etc/situsterlarang.txt
facebook
friendster
yahoo
Dan save.
7. Buat swap :
# squid -z
8. Kemudian aktifkan ip_forwading dan tabel routing dg perintah :
# echo 1 > /proc/sys/net/ipv4/ip_forwad
# iptables -t nat -A POSTROUTING -s 192.168.1.0/24 -j MASQUERADE
9. Lalu kita REDIRECT port 80 ke port 3128 dg perintah :
# iptables -t nat -A PREROUTING -s 192.168.1.0/24 -p tcp –dport 80 -j REDIRECT –to-ports 3128
# iptables-save
10. Lalu restart squid ;
# /etc/init.d/squid restart
11. Cek situs yg telah di blok / dipindahkan portnya …
Semoga Berhasil..:D
Selengkapnya...
DHCP server adalah sebuah service yg memberikan pelayanan dalam sebuah jaringan komputer dimana IP address (+ beberapa setting lain) tidak dipasang secara statis di masing2x komputer, melainkan diberikan oleh server secara dinamis (bisa juga statis tapi tetap diberikan oleh server, yg dikenal dg reservasi atau pencadangan IP address tertentu yg diberikan kepada komputer dg MAC address tertentu pula). Hal ini akan sangat membantu seorang administrator jaringan untuk mengelola suatu jaringan besar yg terdiri dari ratusan bahkan ribuan komputer dengan mempermudah pengelolaan jaringan dg memusatkan pengelolaan IP address jaringan dalam sebuah server. Jadi setiap komputer dalam jaringan akan meminta konfigurasi IP kepada server DHCP yg akan membagikan IP address sesuai konfigurasi yg dipasang di server tsb.
DHCP server berjalan di atas sistem Windows maupun Linux dg hampir tidak ada perbedaan dalam kemampuannya memberikan layanan utama berupa pemberian IP Address pada jaringan secara dinamis.
Karakteristik dari DHCP server yang berjalan di sistem Linux:
1. Server dapat berjalan lebih cepat & stabil. Sistem-sistem Unix clone sudah diakui mempunyai reliabilitas yang sangat tinggi dalam menjalankan aplikasi-aplikasinya, dan ini berarti termasuk juga di Linux yang juga merupakan salah satu clone Unix. Linux juga seperti turunan Unix lain dapat dioperasikan hanya dengan command text saja. Ini berarti resource yang dibutuhkan server pasti lebih kecil daripada resource yang dibutuhkan untuk menjalankan software berbasis grafis seperti di sistem Windows.
2. Dijalankan dengan dua aplikasi daemon untuk server dan client, misalnya : dhcpd (DHCP daemon) untuk server dan dhcpcd (DHCP client daemon) untuk client.
3. File-file setting untuk DHCP di Linux umumnya diletakkan di dalam direktori /etc dan /var/lib/dhcp
4. Setting DHCP dilakukan dalam sebuah file yaitu : /etc/dhcpd.conf dan akan menyimpan hasil transaksi penyewaan IP address di dalam sebuah file yang bernama /var/lib/dhcpcd.leases. Bila file ini tidak ada, DHCP tidak akan dapat bekerja.
5. Setting relatif mudah karena hanya dipusatkan di satu file saja (/etc/dhcpd.conf) dan hanya terdiri dari beberapa baris perintah untuk memberikan layanan yang cukup lengkap.
Bagaimana DHCP bekerja dalam Linux
Client DHCP bekerja sebagai program level aplikasi. Sekalipun mengkonfigurasikan beberapa aspek mendasar dari operasi kernel sistem operasi, namun tidak perlu dijalankan sebagai kode kernel level. Dalam hal ini semua yang dilakukan client sebenarnya adalah :
*
Mengirim dan menerima beberapa paket UDP
*
Mengekstrak nilai dari jawaban DHCPACK
*
Menerapkan nilai tersebut pada sistem, seperti yang dilakukan ifconfig atau route.
Sedikit kesulitannya adalah client harus menangani lease DHCP sehingga setiap kali ia harus menghubungi server untuk memperpanjang lease terbaru. Untuk alasan ini, client berjalan sebagai “daemon”, yaitu aplikasi yang berjalan pada background, tidak terkoneksi ke terminal apapun (hal ini menjelaskan nama client dhcpcd, sekalipun untuk pertamakalinya akan tampak membingungkan).
Detail lease dicatat dalam dalam suatu file teks. Sekalipun mesin tersebut reboot dalam masa itu, client DHCP dapat menggunakan informasi ini pada saat berikutnya client me-request lease dari server DHCP. Dengan demikian satu mesin dapat menggunakan IP yg sama selama beberapa lama sekalipun alamat tersebut dialokasikan secara dinamis. Informasi ini juga disimpan dalam file dhcpcd.leases yg biasanya terdapat dalam direktodi /var/lib/dhcp
Instalasi DHCP server pada Linux
Cara menginstall server DHCP pada Linux relatif mudah. Di sini saya menggunakan Linux Mandriva 2007.1 yang merupakan turunan dari Red Hat Linux sehingga dapat menggunakan paket instalasi RPM yang lebih mudah. Perintah text instalasi secara manual misalnya seperti ini (sbg root) :
# rpm –ivh dhcp-server-3.0.5-7mdv2007.1.rpm
maka sistem akan menginstalkan paket instalasi DHCP server. Bila ada dependensi harus diinstall dulu secara manual. Tetapi pada distro Mandriva 2007.1 dapat dilakukan cara instalasi yang lebih mudah yaitu dengan menggunakan utility urpmi seperti ini :
# urpmi dhcp
maka sistem akan menginstallkan paket DHCP sekaligus dengan semua dependensi yang dibutuhkan. Untuk melakukan pengecekan apakah software sudah terinstall digunakan perintah :
# rpm –qa grep dhcp
maka sistem akan menampilkan software-software terinstall yang mengandung kata “dhcp”.
dhcp1.jpg
Setelah instalasi selesai, sistem akan membuat file-file konfigurasi untuk DHCP yang terdiri dari 2 file utama yang harus ada untuk dapat menjalankan aplikasi DHCP yang diinstall, yaitu :
*
/etc/dhcpd.conf
*
/var/lib/dhcp/dhcpcd.leases
Isi dari file /etc/dhcpd.conf yang digunakan untuk memberikan layanan DHCP server pada jaringan bisa di setting sesuai kebutuhan dan dapat dipakai oleh DHCP client baik dari sistem Linux maupun dari sistem Windows. File /var/lib/dhcpd/dhcpcd.leases juga harus ada walaupun pada awalnya hanya sebuah file kosong. Tanpa file ini DHCP tidak akan berjalan. Sebagai contoh di sini kita akan setting server DHCP untuk kebutuhan2x sebagai berikut :
1. PC server DHCP (Linux Mandriva 2007.1) disetting IP statis 192.168.0.1
2. Memberikan alamat IP antara 192.168.0.11 dan 192.168.0.100 pada jaringan
3. Memberikan pada client setting-setting sebagai berikut : subnet mask 255.255.255.0, alamat broadcast 192.168.0.255, default gateway 192.168.0.1, server DNS 192.168.0.10, nama domain default adalah jarkom.net, dan server WINS pada 192.168.0.11 (untuk client windows versi lama)
4. Memberikan lease-lease untuk waktu default 6 jam dan maximal 12 jam
5. Memberikan reservasi alamat IP untuk kartu ethernet dengan MAC address 00-14-2A-06-18-D5 dengan alamat 192.168.0.30 pada komputer Windows XP dan MAC address 00-0C-29-77-78-67 dengan alamat 192.168.0.50 pada komputer Linux openSUSE 10.2
Untuk kebutuhan setting seperti itu maka isi file /etc/dhcpd.conf harus diedit & disesuaikan sehingga menjadi seperti dalam gambar berikut yg sudah diberikan keterangan penggunaan masing2x barisnya.
dhcp2.jpg
Dan kemudian untuk menjalankannya harus dilakukan restart terhadap service-nya dulu :
# /etc/rc.d/init.d/dhcpd restart
Perintah ini juga harus selalu dilakukan setelah melakukan perubahan apapun pada isi file /etc/dhcpd.conf. Kemudian apabila menghendaki agar DHCP server selalu start secara otomatis pada saat komputer dijalankan, maka perintah “/etc/rc.d/init.d/dhcpd start” harus dimasukkan dalam file /etc/rc.local yang berfungsi seperti file autoexec.bat dalam sistem Windows.
Instalasi DHCP Client
Memperoleh IP address dinamis server DHCP dari PC client dilakukan dengan cukup mudah baik pada sistem Windows maupun pada sistem Linux. Dan keduanya juga dapat dikonfigurasi dengan menggunakan utility grafis maupun text command. Cara instalasinya misalnya seperti demikian :
1. Client Windows XP Professional SP2.
Dari client Windows bisa dilakukan setting untuk permintaan IP addres di server dengan memilih Obtain dalam halaman setting Control Panel - Network.
Atau juga dapat dengan command text di command prompt dengan mengetikkan di Command Prompt perintah untuk meminta lease IP address baru pada server DHCP :
C:\> ipconfig /renew
Dan bila diinginkan untuk menghapus konfigurasi lesase DHCP yang sedang berjalan digunakan perintah :
C:\> ipconfig /release
Untuk melihat konfigurasi yang telah terpasang, gunakan perintah :
C:\> ipconfig /all
client2.jpg
2. Client Linux openSUSE 10.2
Untuk DHCP client di Linux juga relatif mudah memasangnya, pertama dengan menyesuaikan setting di file /etc/sysconfig/network/ifcfg-eth0-[mac-address] seperti gambar berikut. Catatan : path dan nama file bisa tidak sama tergantung distro Linux yang dipakai. Path dan nama file tadi adalah untuk distro Linux openSUSE 10.2 yang saya pakai di sini.
dhcpclient1.jpg
Kemudian cek apakah aplikasi dhcpcd sudah terinstall di komputer Linux yg akan dijadikan DHCP client (cat : untuk distro selain openSUSE mungkin bisa berbeda) :
# rpm -qa grep dhcpcd
Kalau belum terinstall, install dulu dengan menggunakan tool YaST untuk software DHCP client. Bisa lakukan dg memasukkan kata “dhcpcd” di kolom search software. Setelah muncul, beri check lalu jalankan instalasi. Setelah instalasi selesai ulangi pengecekan di shell dg perintah yg sama.
Kemudian gunakan command text seperti berikut untuk melepas lease IP (dhcpcd –d –k eth0) dan merequest IP address dari server DHCP (dhcpcd –d –B eth0):
dhcpclient2.jpg
Opsi –k >>> adalah untuk melepas lease IP yang sedang berjalan
Opsi -B >>> adalah untuk meminta lease IP baru pada server DHCP
Opsi -d >>> adalah agar dhcpcd mengirimkan banyak informasi ke file /var/log/messages yang akan berguna untuk mengetahui seriap detail proses yang terjadi, termasuk untuk memudahkan troubleshooting bila ada suatu masalah yang terjadi. File tersebut salah satu file log terpenting dalam Linux yang mencatat hampir semua peristiwa yang terjadi dalam sistem, termasuk semua yang terjadi pada saat koneksi DHCP server & client terbentuk.
Gambar berikut adalah menampilkan isi dari file /var/log/messages di shell secara dinamis dengan menampilkan terus menerus baris-baris terbaru yang terjadi, dengan menggunakan perintah :
# tail –f /var/log/messages
dhcp3.jpg
Pada client DHCP yang menggunakan Linux, apabila menggunakan konfigurasi DHCP untuk mendapatkan nama domain dan alamat DNS server dalam jaringan, maka setelah client mendapatkan lease IP baru dari server DHCP, maka otomatis DHCP akan merubah isi file /etc/resolv.conf yaitu sebuah file yang berisi konfigurasi nama domain & alamat DNS server untuk komputer yang bersangkutan. Sehingga bila file itu sudah berisi suatu setting tertentu secara manual, maka DHCP akan menghapusnya dan menggantinya dengan konfigurasi yang ada di server DHCP. Sebenarnya hal ini bisa dihindari dengan menambahkan satu opsi lagi dalam command text sewaktu meminta lease IP baru dari server. Opsi-opsi itu dapat dilihat dengan menjalankan perintah :
# man dhcpcd
atau
# dhcpcd –help
Setelah ada DHCP client yang meminta lease IP baru ke server DHCP, maka dhcpd akan menuliskan setiap penyewaan IP yang terjadi ke sebuah file yang bernama : /var/lib/dhcp/dhcpcd.leases di server DHCP. Isi file tersebut adalah seperti gambar berikut :
dhcp_mdv2.jpg
Selengkapnya...
Web server adalah sebuah perangkat lunak server yang berfungsi menerima permintaan HTTP atau HTTPS dari klien yang dikenal dengan browser web dan mengirimkan kembali hasilnya dalam bentuk halaman-halaman web yang umumnya berbentuk dokumen HTML. Server web yang terkenal diantaranya adalah Apache dan Microsoft Internet Information Service (IIS). Apache merupakan server web antar-platform, sedangkan IIS hanya dapat beroperasi di sistem operasi Windows.
Server web juga dapat berarti komputer yang berfungsi seperti pengertian di atas.
Selengkapnya...
Samba Server sebagai Primary Domain Controller(PDC)
Melakukan migrasi sistem dari Server Windows menjadi Server Linux tidaklah terlampau sulit. Apalagi, hal ini bisa dilakukan pada bagian backend dan tidak terlalu berpengaruh pada user pengguna secara langsung. Berpengaruh dalam arti ada beberapa modifikasi memang ya, tapi tidak berpengaruh seperti halnya kita mengganti aplikasi Office dari Microsoft Office menjadi Open Office.
Bagi yang merasa nyaman dengan Windows Server, jangan lupa, biaya lisensi server berbasis Windows bukan hanya dari sisi biaya server itu sendiri, melainkan juga dari sisi koneksi client / client access. Biaya ini semakin mahal jika jumlah komputer client semakin banyak, padahal sebagian besar perusahaan menggunakan sistem operasi Windows Server hanya untuk sekedar file sharing dan active directory alias domain controller. Fungsi-fungsi Windows server tersebut dapat digantikan oleh Linux tanpa ada masalah berarti.
Setting linux server sebagai Primary Domain Controller ini saya ambil dari pengalaman pribadi sewaktu melakukan migrasi server di perusahaan, lk tahun yang lalu. Sampai dengan saat ini berjalan lancar tidak ada masalah.
Distro Linux yang saya pakai adalah OpenSuSE 10.2. Sewaktu pertama kali melakukan setup, saya menggunakan distro linux 10.0 dan 10.1 tanpa ada perbedaan. Sekarang memang menggunakan SLES (SuSE Linux Enterprise Server) yang berlisensi tapi sejauh pengalaman saya, tidak ada perbedaan setup yang mencolok dari ketiga varian SuSE Linux ini.
Selengkapnya...
Dynamic Host Configuration Protocol adalah protokol yang berbasis arsitektur client/server yang dipakai untuk memudahkan pengalokasian alamat IP dalam satu jaringan. Sebuah jaringan lokal yang tidak menggunakan DHCP harus memberikan alamat IP kepada semua komputer secara manual. Jika DHCP dipasang di jaringan lokal, maka semua komputer yang tersambung di jaringan akan mendapatkan alamat IP secara otomatis dari server DHCP. Selain alamat IP, banyak parameter jaringan yang dapat diberikan oleh DHCP, seperti default gateway dan DNS server.
DHCP didefinisikan dalam RFC 2131 dan RFC 2132 yang dipublikasikan oleh Internet Engineering Task Force. DHCP merupakan ekstensi dari protokol Bootstrap Protocol (BOOTP)
Cara Kerja
Karena DHCP merupakan sebuah protokol yang menggunakan arsitektur client/server, maka dalam DHCP terdapat dua pihak yang terlibat, yakni DHCP Server dan DHCP Client.
* DHCP server merupakan sebuah mesin yang menjalankan layanan yang dapat "menyewakan" alamat IP dan informasi TCP/IP lainnya kepada semua klien yang memintanya. Beberapa sistem operasi jaringan seperti Windows NT Server, Windows 2000 Server, Windows Server 2003, atau GNU/Linux memiliki layanan seperti ini.
* DHCP client merupakan mesin klien yang menjalankan perangkat lunak klien DHCP yang memungkinkan mereka untuk dapat berkomunikasi dengan DHCP Server. Sebagian besar sistem operasi klien jaringan (Windows NT Workstation, Windows 2000 Professional, Windows XP, Windows Vista, atau GNU/Linux) memiliki perangkat lunak seperti ini.
DHCP server umumnya memiliki sekumpulan alamat yang diizinkan untuk didistribusikan kepada klien, yang disebut sebagai DHCP Pool. Setiap klien kemudian akan menyewa alamat IP dari DHCP Pool ini untuk waktu yang ditentukan oleh DHCP, biasanya hingga beberapa hari. Manakala waktu penyewaan alamat IP tersebut habis masanya, klien akan meminta kepada server untuk memberikan alamat IP yang baru atau memperpanjangnya.
DHCP Client akan mencoba untuk mendapatkan "penyewaan" alamat IP dari sebuah DHCP server dalam proses empat langkah berikut:
1. DHCPDISCOVER: DHCP client akan menyebarkan request secara broadcast untuk mencari DHCP Server yang aktif.
2. DHCPOFFER: Setelah DHCP Server mendengar broadcast dari DHCP Client, DHCP server kemudian menawarkan sebuah alamat kepada DHCP client.
3. DHCPREQUEST: Client meminta DCHP server untuk menyewakan alamat IP dari salah satu alamat yang tersedia dalam DHCP Pool pada DHCP Server yang bersangkutan.
4. DHCPACK: DHCP server akan merespons permintaan dari klien dengan mengirimkan paket acknowledgment. Kemudian, DHCP Server akan menetapkan sebuah alamat (dan konfigurasi TCP/IP lainnya) kepada klien, dan memperbarui basis data database miliknya. Klien selanjutnya akan memulai proses binding dengan tumpukan protokol TCP/IP dan karena telah memiliki alamat IP, klien pun dapat memulai komunikasi jaringan.
Empat tahap di atas hanya berlaku bagi klien yang belum memiliki alamat. Untuk klien yang sebelumnya pernah meminta alamat kepada DHCP server yang sama, hanya tahap 3 dan tahap 4 yang dilakukan, yakni tahap pembaruan alamat (address renewal), yang jelas lebih cepat prosesnya.
Berbeda dengan sistem DNS yang terdistribusi, DHCP bersifat stand-alone, sehingga jika dalam sebuah jaringan terdapat beberapa DHCP server, basis data alamat IP dalam sebuah DHCP Server tidak akan direplikasi ke DHCP server lainnya. Hal ini dapat menjadi masalah jika konfigurasi antara dua DHCP server tersebut berbenturan, karena protokol IP tidak mengizinkan dua host memiliki alamat yang sama.
Selain dapat menyediakan alamat dinamis kepada klien, DHCP Server juga dapat menetapkan sebuah alamat statik kepada klien, sehingga alamat klien akan tetap dari waktu ke waktu.
Catatan: DHCP server harus memiliki alamat IP yang statis.
[sunting] DHCP Scope
DHCP Scope adalah alamat-alamat IP yang dapat disewakan kepada DHCP client. Ini juga dapat dikonfigurasikan oleh seorang administrator dengan menggunakan peralatan konfigurasi DHCP server. Biasanya, sebuah alamat IP disewakan dalam jangka waktu tertentu, yang disebut sebagai DHCP Lease, yang umumnya bernilai tiga hari. Informasi mengenai DHCP Scope dan alamat IP yang telah disewakan kemudian disimpan di dalam basis data DHCP dalam DHCP server. Nilai alamat-alamat IP yang dapat disewakan harus diambil dari DHCP Pool yang tersedia yang dialokasikan dalam jaringan. Kesalahan yang sering terjadi dalam konfigurasi DHCP Server adalah kesalahan dalam konfigurasi DHCP Scope.
[sunting] DHCP Lease
DHCP Lease adalah batas waktu penyewaan alamat IP yang diberikan kepada DHCP client oleh DHCP Server. Umumnya, hal ini dapat dikonfigurasikan sedemikian rupa oleh seorang administrator dengan menggunakan beberapa peralatan konfigurasi (dalam Windows NT Server dapat menggunakan DHCP Manager atau dalam Windows 2000 ke atas dapat menggunakan Microsoft Management Console [MMC]). DHCP Lease juga sering disebut sebagai Reservation.
[sunting] DHCP Options
DHCP Options adalah tambahan pengaturan alamat IP yang diberikan oleh DHCP ke DHCP client. Ketika sebuah klien meminta alamat IP kepada server, server akan memberikan paling tidak sebuah alamat IP dan alamat subnet jaringan. DHCP server juga dapat dikonfigurasikan sedemikian rupa agar memberikan tambahan informasi kepada klien, yang tentunya dapat dilakukan oleh seorang administrator. DHCP Options ini dapat diaplikasikan kepada semua klien, DHCP Scope tertentu, atau kepada sebuah host tertentu dalam jaringan.Nomor DHCP Option Nama DHCP Option Apa yang dikonfigurasikannya 003 Router Mengonfigurasikan default gateway dalam konfigurasi alamat IP. Default gateway merujuk kepada alamat router. 006 DNS Servers Mengonfigurasikan alamat IP untuk DNS server 015 DNS Domain Name Mengonfigurasikan alamat IP untuk DNS server yang menjadi "induk" dari DNS Server yang bersangkutan. 044 NetBIOS over TCP/IP Name Server Mengonfigurasikan alamat IP dari WINS Server 046 NetBIOS over TCP/IP Node Type Mengonfigurasikan cara yang digunakan oleh klien untuk melakukan resolusi nama NetBIOS. 047 NetBIOS over TCP/IP Scope Membatasi klien-klien NetBIOS agar hanya dapat berkomunikasi dengan klien lainnya yang memiliki alamat DHCP Scope yang sama.
Moga bermanfaat ya...
Selengkapnya...
Kali ini dari sekian banyak FTP Server saya hanya akan membahas salah satu
FTP Server yang ada di Linux yaitu “vsftp”..(pelit ya??).
Dari sekian banyak FTP Server di linux vsftp ini merupakan pilihan yang cocok digunakan untuk para pemula
karena kemudahan dalam hal konfigurasinya. Namun memang tidak
setangguh proftpd.
Konfigurasi vstfp
Setelah selesai instalasi jalan service dari FTP Server yang telah di install
dengan perintah :
#service vsftpd start
Untuk keluarga Debian biasanya langsung running service dari vsftp ini
setelah selesai instalasi jadi kita bisa langsung mencobanya :
dony@NOC-DONY:~$ ftp localhost
Connected to localhost.
220 (vsFTPd 2.0.5)
Name (localhost:dony):
ftp>
Atau pada web browser yang ada :
SEJARAH
Software vsftp ini dikembangkan oleh Criss Evans dari Mythic Beasts Ltd.
Berada dibawah License GPL vsftp ini sangat cocok sekali digunakan untuk
membangun FTP Server karena berifat Open Source dan kemudahan dalam
hal konfigurasinya. Hingga saat ini vsftp sudah mencapai versi vsftpd-2.0.5
dimana telah banyak dilakukan perbaikan disana-sini sehingga membuat
software ini semakin mantap untuk digunakan.
Fitur – fitur yang dimilikinya ialah :
Virtual users
•
Virtual IP configurations
•
Standalone or inetd operation
•
Powerful per-user configurability
•
Bandwidth throttling
•
Per-source-IP configurability
•
Per-source-IP limits
•
IPv6
•
Encryption support through SSL integration
•
etc...
•
Instalasi VSFTP
Pertama download terlebih dahulu vsftp dari :
ftp://vsftpd.beasts.org/users/cevans/
file dari ftp tersebut adalah source binary dari vsftp yang harus di install
secara manual. Namun saat ini semua distro besar sudah mnyertakan vsftp ini kedalam repositori mereka sehingga kita tinggal download dan
menginstallnya dengan mudah sekali.
Untuk keluarga Linux yang menggunakan .rpm packet bagi yang sudah
menginstall “Yum” maka tinggal download saja. Untuk keluarga Debian
seperti Ubuntu, dll dapat langsung menjalankan perintah :
#apt-get install vsftp
Contoh :
# apt-get install vsftpd
Reading package lists... Done
Building dependency tree... Done
The following NEW packages will be installed:
vsftpd
0 upgraded, 1 newly installed, 0 to remove and 0 not upgraded.
Need to get 0B/114kB of archives.
After unpacking 418kB of additional disk space will be used.
Selecting previously deselected package vsftpd.
(Reading database ... 91726 files and directories currently installed.)
Unpacking vsftpd (from .../vsftpd_2.0.5-2_i386.deb) ...
Setting up vsftpd (2.0.5-2) ...
Starting FTP server: vsftpd
Atau dari GUI anda dapat menggunakan Synaptic :
Konfigurasi vstfp
Setelah selesai instalasi jalan service dari FTP Server yang telah di install
dengan perintah :
#service vsftpd start
Untuk keluarga Debian biasanya langsung running service dari vsftp ini
setelah selesai instalasi jadi kita bisa langsung mencobanya :
dony@NOC-DONY:~$ ftp localhost
Connected to localhost.
220 (vsFTPd 2.0.5)
Name (localhost:dony):
ftp>
Atau pada web browser yang ada :
Cuma segini aja yang bisa aku kasih tau ke kalian semua...
Moga bermanfaat ya..
Selengkapnya...
Routing Dengan Algoritma Distance-vector
Sebelum menentukan jenis router yang akan dipakai terlebih dahulu menentukan peta atau bentuk dari jaringan. Setelah router mempunyai peta jaringan, router menghitung rute terbaik ke setiap tujuan di jaringan menggunakan algoritma distance-vector. Algoritma ini cara kerjanya dengan membentuk tabel routing di jaringan adalah dengan cara setiap router memberikan informasi mengenai keadaan jaringanyang diketahui router tersebut kepada router-router tetangganya setiap selang waktu tertentu. Informasi keadaan jaringan tersebut adalah dalam bentuk distance-vector (vektor jarak), yaitu jumlah hop yang diperlukan untuk mencapai suatu jaringan. Router tetangga tersebut menyimpan dan mengolah informasi keadaan jaringan yang diterimanya dan juga me-nyampaikan informasi yang dimilikinya ke router- router tetangga yang lain. Hal ini terus berlangsung sampai seluruh router di jaringan mengetahui keadaan jaringan. Berikut contoh peng gunaan algoritma distance-vector.
Proses pengiriman datagram IP selalu meng-gunakan tabel routing. Tabel routing berisi informasi yang diperlukan untuk menentukan kemana datagram harus dikirim. Datagram dapat dikirim langsung ke host tujuan atau harus melalui host lain terlebih dahulu tergantung pada tabel routing. Tabel routing terdiri dari entri-entri rute dan setiap entri rute paling tidak terdiri atas IP address, tanda untuk menunjukkan routing langsung atau tidak langsung, alamat router dan nomor interface. Untuk menjelaskan tentang distance-vector maka jaringan TCP/IP diatas dapat digambarkan sebagai berikut :
Gambar 7. Jaringan komputer dengan 5 router
Diasumsikan bahwa semua router di jaringan baru dinyalakan. Pada saat ini semua router tidak memiliki informasi distance-vector kecuali pada dirinya sendiri. Informasi vektor jarak tersebut disimpan dalam bentuk tabel routing. Pada saat awal, tabel routing masing-masing router mirip dengan tabel routing RIP A, yaitu :
| Dari A ke | Jalur | Hop |
| A | lokal | 0 |
Setelah router menjalankan algoritma vektor-jarak, router-router mulai memberikan informasi vektor-jarak ke tetangganya. Diasumsikan bahwa router A paling dulu mengirimkan informasi vektor-jarak ke router-router tetangganya, B dan C. Pada saat ini router A mengirimkan vektor-jarak jalur 2 dan 8. Dalam waktu yang hampir berdekatan router B juga mengirimkan vektor-jarak ke jalur 8,3,4.
Gambar 8. Router A, D dan E mengirim informasi vektor-jarak
Router C dan D menerima informasi yang di-kirim oleh router A.
Informasi tersebut diinterpretasi-kan bahwa informasi yang dikirimkan telah diterima. Vektor-jarak yang dikirim oleh B juga diterima oleh router A, D dan E. Router-router A, D dan E me-meriksa vektor-jarak yang diterima dan membanding-kannya dengan tabel routing yang dimiliki oleh masing-masing router. Dari proses ini masing-masing router mengetahui bahwa informasi yang diperoleh dari router pengirim belum terdapat dalam tabel routing. Dengan demikian, entri-entri tersebut di-masukkan ke tabel routing setiap router. Setelah proses diatas, tabel routing masing-masing router adalah sebagai berikut :
| Dari A ke | Jalur | Hop |
| A | lokal | 0 |
| Dari B ke | Jalur | Hop |
| B A D E | Lokal 8 3 4 | 0 1 1 1 |
| Dari C ke | Jalur | Hop |
| C A D | Lokal 2 5 | 0 1 1 |
| Dari D ke | Jalur | Hop |
| D B C | Lokal 3 5 | 0 1 1 |
| Dari E ke | Jalur | Hop |
| A B | Lokal 4 | 0 1 |
Pada bagian berikutnya, A, D dan E berturut-turut dalam waktu yang hampir bersamaan mengirim-kan vektor-jarak ke tetangga masing-masing. Diasumsikan bahwa router A terlebih dahulu menerima vektor-jarak dari B sebelum mengirimkan vektor-jarak. Router A memeriksa informasi dari B tersebut lalu membandingkannya dengan entri tabel routing yang sudah ada. Hasil pemeriksaan menunjuk-kan entri B belum ada di tabel routing. Dari vektor-jarak yang dikirim D, router B mengetahui bahwa dapat mencapai B melalui jalur 3 dengan jarak 2 hop. Dengan demikian, informasi vektor-jarak untuk C dari B tidak digunakan oleh D. Pada saat yang hampir bersamaan pula router C menerima vektor-jarak dari A dan memperbaharui tabel routing yang dimilikinya. Perubahan tabel routing adalah sebagai berikut :
| Dari D ke | Jalur | Hop |
| D B C | Lokal 3 5 | 0 1 1 |
Router D mengirimkan vektor-jarak berdasar-kan tabel routing yang baru ke semua jalur yang ter-hubung dengan router D tersebut. Reouter-router yang menerima vektor-jarak dari D termasuk router B, kemudian memperbarui tabel routing masing-masing menggunakan algoritma vektor-jarak. Kemudian router B mengirimkan vektor-jarak berdasarkan tabel routing terbaru yang dimilikinya. Setelah tabel routing diperbarui, tabel routing di jaringan menjadi stabil dan tidak ada perubahan lagi sepanjang jaringannya tetap.
Kondisi jaringan tidak akan stabil untuk se-terusnya, terkadang ada jalur yang putus. Penyebab putusnyapun bermacam-macam, mulai dari kabel yang digigit tikus sampai yang terkena cangkul pada saat proyek pembangunan fisik. Apapun penyebab-nya, jalur yang putus menyebabkan kondisi jaringan berubah dan akan tampak dalam tabel routing.
Gambar 9. Perubahan Jaringan
Setelah jalur 2 terputus, router A dan C segera mendeteksi. Semua entri di tabel routing yang meng-gunakan jalur 2 tidak dapat lagi digunakan dan hop untuk jalur itu di beri nilai tak terhingga. Tabel routing yang baru untuk A dan C adalah sebagai berikut :
| Dari A ke | Jalur | Hop |
| A B C D E | Lokal 8 2 3 5 | 0 1 ∞ 1 2 |
| Dari C ke | Jalur | Hop |
| C A B D E | Lokal 2 5 5 5 | 0 ∞ 2 1 2 |
Selengkapnya... Label: Server, Tugas
Dasar guru!!tugaslagi..tugas lagi...
Tapi gak apa-apa...yang penting dapet nilai..he3x
Nih,caranya buat router di debian:
1. Komputer harus terinstal SO LInux Debian
2. Sediakan dua PC, satu sebagai Router dan satunya lagi sebagai Klien
3. Pada Login : isikan user Root dan masukkan Passwordnya
4. Setelah itu masuklah pada folder etc dengan mengetikkan cd etc
5. Kemudian masuklah lagi pada folder network dengan mengetikkan cd network
6. Apabila ingin menggunakan cara yang lebih praktis maka ketikkan cd etc/network
7. Kemudian ketikkan pico atau vi interfaces, untuk mengatur ip nya
8. Untuk vi interfaces pada Router ketikkan seperti dibawah ini
auto eth0
iface eth0 inet static
address 192.168.10.36
netmask 255.255.255.0
broadcast 192.168.10.255
network 192.168.10.0
gateway 192.168.10.1
auto eth1
iface eth1 inet static
address 192.168.15.1
netmask 255.255.255.0
broadcast 192.168.15.255
network 192.168.15.0
iface lo inet loopback
9. Untuk vi interfaces pada client ketikkan seperti dibawah ini
auto eth0
iface eth0 inet static
address 192.168.15.3
netmask 255.255.255.0
broadcast 192.168.15.255
network 192.168.15.0
gateway 192.168.15.1
iface lo inet loopack
10. Kemudian aturlah ip tablenya dengan menggunakan cara, ketikkan pada pc Router -t
nat -A POSTROUTING -s 192.168.15.0/24 -j MASQUERADE
11. Setelah itu ketikkan ip tables-save
12. Lalu restart dengan menggunakan perintah /etc/init.d/networking restart
13. Untuk mengecek apakah ip tables sudah masuk maka ketikkan perintah iptables -t
nat -n -L
14. Setelah itu keluarlah dari folder network dengan perintah cd ..
15. Pada folder etc bukalah file sysctc1 dengan perintah vi atau pico sysctc1.conf,
Hapuslah tanda pagar (#) pada kata # net.ipv4.conf.default.forwading=1
16. Setelah itu lakukan ping antara Router dan client, apabila bisa diping maka pembuatan router telah berhasil
Selengkapnya...
Instal komputer dengan Linux RedHat
Jika sudah selesai menginstal Linux RedHat, Instal RDesktop pada komputer.
1. Masuk pada Linux RedHat yang berbasis text
2. Ketik : cd /mnt/cdrom/
3. Tekan Enter
4. Ketik “ls” untuk melihat directory
5. Ketik : cd RedHat/RPMS/
6. Ketik : rpm –ivh rdesktop-1.2.0-1.i386.rpm
7. Tunggu beberapa saat untuk menunggu rdesktop terinstal
8. Ketik “rd” lalu tab untuk melihat apakah rdesktop sudah terinstal atau belum
9. Atau ketik: rpm –qa grep rdesktop untuk melihat program rdesktop
Jika Rdesktop sudah terinstal,masuk pada linux RedHat berbasis grafis dengan menekan : Ctrl+Alt+F7
Klik start
Klik Run Programe
Ketik: rdesktop “ip addres server”
Klik Ok
maka akan muncul rdesktop
atau dengan klik start-pilih system tools-klik terminal-ketik rdesktop “ip address server”
INSTALASI TERMINAL SERVER
DENGAN WINDOWS 2000 SERVER
Terminal Server yaitu Aplikasi Remote Access yang ada di windows server. Terminal Server di gunakan untuk meremote Server dan juga bisa di gunakan untuk MenSharing ke Beberapa PC (mengunakan server dari beberapa PC lain)
1. Klik Start cari Administrative tools >> Buka Terminal Service Configuration
2. Setelah membuka Terminal Service Configuration >> pilih Action >> lalu Creat New Connection
3. Setelah itu akan keluar Connection Type yang akan kita gunakan, Citrix dan Microsoft RDP, pilih Microsoft RDP
4. Selanjut nya pilih Data Encryption >> saya memilih Client Compatible
5. Selajut nya masuk ke Remote Control
6. Selanjut nya masuk ke Transport Type
7. Pilih Network Adapter yang akan di gunakan, jika kita mengukan 2 interface
Setelah berhasil membuat Connection Baru kita buka Terminal Services Manager untuk melihat User mana saja yang berhasil masuk ke server kita, dari sini kita bisa juga melakukan disconnect terhadap user.
Untuk meningkatkan keamanan buat user2 siapa saja yang boleh login ke terminal server kita caranya dengan : Buka Computer Management >> pilih Local Users dan Groups >> Pilih Groups dan cari Remote Desktop Users.
di Remote Desktop Users itulah kita menambahkan user siapa saja yang boleh Login ke Terminal server kita.
Selengkapnya...